Friday, December 13, 2013

M Is For Magic

Data Buku :
Judul : M Is For Magic
Penulis : Neil Gaiman
Penerbit : Bloomsburry
Bahasa : Inggris
ISBN : 0747595682
Also available at : amazon, book depository

Saya suka baca cerpen, saya suka kisah fantasy yang berhubungan dengan magic. Tapi kalo digabung menjadi kumcer kisah-kisah fantasy, maka saya akan bilang : "Thanks, but no thanks." Saya sudah pernah membaca kumcer fantasi yang berjudul Arassi dan saya kecewa.

See...buat saya, fantasy yang bagus itu tercipta dari alur dan penokohan yang kuat. Tak lupa latar belakang dunia fantasynya pun harus diceritakan dengan akurat. Saya gak suka kalo setting dunia fantasynya cuma diceritakan sekilas saja, membuat saya susah membayangkan dunia rekaan si penulis. Karenanya saya beranggapan cerita pendek bukanlah wadah yang tepat untuk fantasy.

Apalagi saya tipe pembaca yang mesti membangun "mood" sebelum bisa masuk ke dalam satu cerita. Kendala yang sering saya temui di kumcer adalah, saat mood saya sudah terbangun, eh tahu-tahu ceritanya sudah selesai dan berganti cerita lain. Kalo cerita berikutnya bagus sih, mood saya gampang direkonstruksi. Lah...kalo ceritanya jelek? Yang ada saya bete dan si mood pun menghilang selamanya, berakibat tuh kumcer gak selesai dibaca. Makanya sejak dulu saya paling males beli kumcer. Paling pinjem doang dan dibaca semaunya saja.

Tapi....saya ketemu kumcer fantasynya Neil Gaiman di obralan Bras Basah seharga 2 SGD. Gimana oh gimana caranya saya bisa cuekkin bukunya Neil Gaiman? Apalagi harganya cantik banget (._.). Jadi...dengan mengesampingkan antipati saya terhadap kumcer, mari kita bedah isi buku ini.

Kumcer ini dimulai dari Introduction dari Neil Gaiman sendiri. Ada dua kalimat dari beliau yang berkesan banget buat saya, yaitu :
Stories you read when you’re the right age never quite leave you. You may forget who wrote them or what the story was called. Sometimes you’ll forget precisely what happened, but if a story touches you it will stay with you, haunting the places in your mind that you rarely ever visit.
dan
Short stories are tiny windows into other worlds and other minds and other dreams. They are journeys you can make to the far side of the universe and still be back in time for dinner.
Kedua kalimat ini mengembalikan ingatan saya ke masa kecil ketika saya tergila-gila dengan kumpulan dongeng. Dulu itu memang saya suka cerita yang pendek saja karena saya belum kuat membaca lama. Dan ada beberapa dongeng yang terus menempel di benak saya bahkan sampe sekarang. Dan ada 1-2 cerita di kumcer ini yang menarik ingatan saya pada dongeng favorit itu.

Cerita pertama berjudul "The Case of the Four and Twenty Blackbirds" berkisah tentang seorang detektif swasta yang dapat permintaan dari seorang wanita untuk menyelidiki siapa pembunuh kakaknya. What's the catch? Karena yang terbunuh itu ternyata Humpty Dumpty, si telur pecah yang beken di nursery rhymes itu. X)) Saya ampe nyengir lebar waktu tahu si korban yang dimaksud adalah Humpty Dumpty. Gak nyangka aja Gaiman akan nge-twist cerita ini. Soalnya dari dulu juga saya penasaran kenapa Humpty Dumpty bisa meninggal. Tapi saya lebih terpana lagi waktu baca endingnya. Okay...I'll never guess s/he's Humpty Dumpty's killer. Bintang 2 untuk ide Humpty Dumpty.

 Cerita kedua berjudul "Troll Bridge". Cerita ini tentang seorang anak yang bertemu sebuah (?) troll di jembatan. Si troll berniat mengambil kehidupan sang anak, tapi si anak melakukan tawar menawar dengan troll. Dia berjanji akan kembali lagi setelah dewasa. Apakah si anak menepati janjinya? Ah...kamu mesti baca sendiri. Entah kenapa, saya merasa deja vu baca cerita ini. Seperti pernah baca entah di mana gitu. Saya suka endingnya. Bikin saya tertegun dan berasa pengen jadi si anak. #lho. Bintang 3 untuk endingnya.

Cerita ketiga bertitel "Don't Ask Jack", cerita favorit saya di sini. Ide ceritanya simpel banget kok. Cuma tentang sebuah jack in the box yang terlupakan di dasar kotak mainan. Sang jack yang tetap mempengaruhi anak-anak majikannya bahkan setelah mereka dewasa. Udah cuma gitu aja; tanpa dialog sama sekali malah.
Tapi kesan yang tertinggal itu daleeemmmm banget. Kepiawaian Gaiman merangkai kata dan membangun suasana mistis beneran terasa di sini. Karena setelah baca cerpen ini, saya langsung bertekad menyingkirkan jack-in-the-box milik saya.
(oke...saya ngaku. Saya emang takut dengan badut yang berwajah seperti gambar di sebelah. Terlihat menakutkan bukan? Dan apesnya, jack-in-the-box punya saya ya kayak gini) (._.) Empat bintang untuk kesan "gak enak" yang masih terasa bahkan sampai sekarang.

 Cerita selanjutnya adalah "How To Sell The Ponti Bridge" yang berlatar di sebuah klub penjahat. (Well...saya gak bisa menemukan arti yang tepat untuk "rogue club"). Pokoknya rogue club yang dimaksud adalah klub para kriminal elit. Hanya para pelaku kriminal "remarkable" yang bisa masuk ke klub ini. Lalu di suatu hari, para anggota klub ngobrol dan semua berpendapat bahwa untuk masuk ke klub harus melakukan kejahatan yang spektakuler. Kejahatan standar seperti menjual jembatan Ponti sih gak bakal diterima. Pendapat ini ditentang seorang gentleman yang mengisahkan pengalamannya diterima di klub terhormat ini. Lalu bergulirlah salah satu cerita kriminal paling sederhana namun paling cerdas yang bisa dilakukan manusia. Unik.
Cerita ini terinspirasi dari Victor Lustig yang menjual Menara Eiffel dengan cara yang sama. Kalo udah tahu tentang Lustig, maka ide di Ponti Bridge ini tidak terasa baru. Dua bintang untuk gaya bertuturnya yang menarik.

Bab selanjutnya berjudul "October In The Chair", berkisah tentang 12 sosok yang melambangkan ke-12 bulan yang berkumpul di depan api unggun dan masing-masing menceritakan sebuah kisah. Menarik membaca kisah yang diceritakan para bulan tersebut, tapi lebih menarik lagi melihat karakter para bulan yang digambarkan Gaiman. Ada Maret yang ceria, Oktober yang bijaksana, November yang gloomy dan sifat lain yang mewakili cuaca di masing-masing bulan tersebut.
Gaiman sudah bilang kalo cerita ini dia persembahkan untuk Ray Bradburry (sepertinya sebagai balasan untuk salah satu cerpen milik Bradburry), tapi bagi saya kisah ini justru mengingatkan pada beberapa dongeng Grimm. Ya...Grimm suka sekali bikin cerita tentang 12 bulan yang duduk berkumpul di perapian di tengah hutan, contohnya seperti kisah Dobrunka & Empat Musim. Dan saya jadi teringat lagi ucapan Gaiman di bagian Introduction waktu dia bilang cerita yang bagus akan hidup selamanya dalam dirimu. Indeed, Mr Gaiman. :) Empat bintang untuk 12 bulan tersebut.

Berlanjut ke "Chivalry" yang bercerita tentang Mrs. Whitaker yang menemukan holy grail. Iyaa...beneran holy grail si cawan suci itu. Ada seorang ksatria yang berkeras mendapatkan holy grail tersebut dan ngotot membawa benda-benda berharga lainnya ke Mrs Whitaker untuk ditukar dengan sang cawan. Namun Mrs. Whitaker yang sederhana itu berpikir bahwa si holy grail akan tampak bagus sebagai hiasan di gantungan mantelnya. Mrs. Whitaker gak butuh pedang Balmung, Philosopher Stone atau pun telur Phoenix karena gak cocok digantung di gantungan mantel miliknya. Lalu kira-kira apa yang bisa dilakukan sang ksatria agar Mrs. Whitaker setuju melepas holy grail?
Ceritanya ringan aja, tapi saya suka. Penasaran melihat usaha ksatria untuk mendapatkan holy grail dan tertarik melihat barang apa lagi yang akan dia bawa. Saya jadi bertanya juga sih : sepenting itu ya holy grail sampe telur phoenix aja kalah berharga dari holy grail? Wow...
Tiga bintang untuk Mrs. Whitaker yang sederhana.

Cerita selanjutnya adalah The Price, salah satu cerita favorit saya. Tentang sebuah keluarga yang tak segan membuka pintu untuk kucing-kucing telantar yang mampir ke rumah mereka. Suatu hari datang seekor kucing hitam yang terluka parah. Dengan telaten mereka merawat kucing tersebut. Tapi bukannya sembuh, luka si kucing malah makin parah seolah-olah dia berkelahi setiap malam. Demi keselamatan si kucing, maka kucing tersebut dikurung di gudang bawah tanah selama 5 hari.
Namun dalam 5 hari itu, keluarga tersebut mengalami kejadian sial secara beruntun. Setelah si kucing dikeluarkan dari kurungannya, nasib buruk yang menimpa keluarga tersebut pun berhenti. Anehnya...si kucing hitam pun kembali mengalami luka parah. Sang ayah yang penasaran memutuskan memantau kira-kira hewan apa yang dilawan kucing hitam hampir tiap malam. Bisakah kamu menebak apa yang akan dia lihat?
Saya suka cerita ini. Ada perasaan simpati, sayang, sekaligus sedih untuk kucing hitam. Dan saya suka kalimat penutup cerpen ini :
I wonder what we did to deserve the Black Cat. I wonder who sent him. And, selfish and scared, I wonder how much more he has to give.
Terasa biasa memang. Tapi bacalah cerpen ini dan kamu akan mengerti kegalauan sang Ayah. Empat bintang untuk sang kucing hitam.

Cerita berikutnya adalah "How to Talk to Girls at Parties". Eugh....saya paling gak suka sama cerita ini. Ada unsur scifi-nya sih, tapi gak kena buat saya. Bercerita tentang seorang remaja awkward yang dipaksa temannya untuk ikutan pesta. Awalnya dia merasa canggung ngobrol dengan gadis-gadis di pesta tersebut, namun lama-lama mulai merasa relax. Dan saat keadaan mulai terasa sangat nyaman, sang teman datang dan memaksanya pergi karena ternyata para gadis tersebut adalah... baca sendiri aja yaaa X)
Yah...buat saya ceritanya flat aja. Twistnya udah ketebak dari awal. Gaiman mendingan stick ke fantasy aja deh. Gak usah coba-coba buat scifi, soalnya cerpen ini gagal banget. Hey....ternyata ada juga karya Gaiman yang saya gak suka. Satu bintang aja deh ya.

Lanjut ke "Sunbird" yang bercerita tentang klub ahli kuliner. Para ahli kuliner ini bukan sembarang ahli. Mereka sudah pernah makan  semuanya. Dan yang saya maksud beneran semuanya, dari tikus tanah, kutu dan elang sampai ke mammoth, mastodon dan badak Jawa. Salah seorang dari mereka menyarankan untuk mencari Sunbird, si burung legenda. Dan mulailah perjalanan mereka ke Suntown untuk mencari burung tersebut.
Yang bagus dari cerpen ini adalah endingnya itu. Saya ampe terpana bentar dan mikir "Eh...tadi gimana?" waktu sampe di ending (yah sepertinya ini dikarenakan otak saya memang teflon) X). Tiga bintang untuk para ahli kuliner fantastis ini.

Cerita terakhir adalah "The Witch's Headstone" yang merupakan prekuel untuk The Graveyard Book.
Ah...saya males aahh ceritain yang ini #lho. Yah...kalo kamu udah baca Graveyard book, pasti bisa kebayang kalo cerpen ini gak kalah bagusnya. Tiga bintang untuk Bod pokoknya.

Sampai selesai membaca kumcer ini, saya masih bisa bilang kalo saya gak suka kumcer. Tapi toh saya akui kalo saya sangat menikmati membaca M is For Magic. Ada nuansa magis yang terasa dalam setiap cerpen di buku ini yang bisa membawa saya larut ke dalamnya. Juga menarik kembali kenangan saya pada kumcer dongeng favorit sewaktu kecil. Soalnya ada beberapa cerpen di kumcer ini yang punya aura mirip dengan dongeng-dongeng lama.

Untuk hal itu, saya berterima kasih pada M is For Magic milik anda, Mr. Gaiman. Walau pun tetap gak bisa menaruh kumcer di list to-buy saya, tapi saya bersyukur di salah satu liku hidup ini, saya pernah ketemu dengan M is for Magic.
M trully is for Magic, Sir. :)

Tuesday, December 10, 2013

Birthday Giveaway Winners Announcement

 NovGA


Halo semuanya....(berasa ada yang nungguin ini update) X)
Maaf ya post ini baru bisa tampil di sore hari.

Terima kasih buat yang sudah partisipasi di giveaway saya kemarin. Atas segala kekeliruan, error, kekhilafan dan semua yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Percayalah....semua datangnya  dari saya karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT #berasakenduri.

Monday, November 11, 2013

CurhatBuku : Hasta La Vista, Amigos


Ada banyak alasan kenapa saya bersyukur punya orang tua seperti yang saya miliki. Dan satu set buku di atas adalah salah satunya :').

Sewaktu kecil, saya jaraang banget dibeliin mainan atau baju baru. Yang banyak dibeliin ya justru buku. Buku ensikploedi di atas itu juga dibelikan sebagai hadiah  karena menang suatu hal (yang pasti bukan karena memenangkan hatinya David Gandy kok #apasih). Waktu itu sih saya minta hadiah tamiya lengkap dengan treknya (ngelunjak ceritanya). Jadi bayangkan bengongnya saya sewaktu Ayah malah kadoin buku ini. Dan ketika saya tanya kenapa gak beliin tamiya aja, beliau menjawab : "Percaya deh sama Papi. Buku itu jauh lebih bagus dan lebih penting daripada tamiya. Nanti-nanti kamu bakal bersyukur Papi beliin kamu ini daripada tamiya."

And he was soo right! (Tapi kapan juga Ayah pernah salah ya..)

Ada banyak manfaat yang saya rasakan dari buku ini.
Berkat buku ini, berbagai pertanyaan remeh yang bikin saya penasaran (seperti bagaimana cara kerja telpon, kenapa pesawat bisa melayang, kenapa kepiting jalannya menyamping, dan lain-lain) bisa terjawab.

Berkat buku ini juga, saya jadi keliatan pinter di mata teman-teman secara mereka kagum liat saya bikin prakarya prosesi gunung meletus. Mereka gak tahu aja kalo saya nyontek dari buku ini. Yang bener aja orang kayak saya bisa mikirin sendiri hal kayak gitu. Pffttt.... X)

Karena buku ini, saya jadi tahu kalo buku nonfiksi enak juga dibaca. Saya mulai tertarik baca buku sejarah, biografi, bahkan ngintip-baca koleksi ensiklopedi milik Ayah setelah baca buku ini. Padahal sebelumnya sih boro-boro baca buku nonfiksi, baca koran aja saya males, apalagi buku pelajaran. #yaiyalah


Dan karena buku ini, saya jadi tersadar kalo koleksi buku bagus itu berguna buat investasi ya ternyata. 
Rupanya masih ada beberapa toko online yang menjual 1 set buku ini (dengan kondisi bekas) seharga.... 2,1 juta rupiah. Padahal kata Mama, dulu 1 set buku ini dibeli seharga 700an ribu rupiah. Lalu sekarang, bekasnya dijual 3x lipat.

Padahal bukan buku langka juga. PT Tigaraksa EP selaku penerbit sudah mencetak ulang buku ini. Tapi iya sih harga versi cetak ulangnya bikin mingkem. Versi cetul-nya dijual seharga .... yah selevel dengan harga cendol sekolam kayaknya. Mending kalo ada perubahan signifikan antara versi cetul dan versi lama. Ini mah hampir gak ada bedanya. (>.<) Eh...kok saya jadi ngelantur bahas harga bukunya ya? Padahal bukan itu tujuan postingan ini :s

Postingan ini sebenarnya dibuat sebagai ucapan perpisahan kepada buku-buku ini. Besok buku ini akan berpindah tangan ke keponakan saya di Makassar.
Sedih sebenarnya melepas buku yang sudah dirawat selama 23 tahun. Tapi hakikat sebuah buku itu untuk dibaca, sedangkan saya tahu betapa tipisnya kemungkinan saya membaca ulang buku-buku ini. Jadi biar saja mereka menemukan pemilik barunya.

Selamat jalan, teman-teman. Semoga kalian lebih berguna di tangan para pemilik barumu.
And thanks for the memories Smiley

ps : iya...iya....postingan ini boleh dianggap pamer. bebas kok :D

Sunday, November 10, 2013

Bookish Top Ten : Best Book Covers


Sudah bukan rahasia lagi kalo saya itu pencinta cover buku aka banci cover. Sudah banyak juga buku yang saya beli secara impulsif karena jatuh cinta sama covernya. Jadi ketika tahu kalo tema Bookish Top Ten bulan ini tentang book covers, saya langsung memantapkan niat untuk ikutan meski belum pernah ikut.

Dari sejak awal saya sudah yakin ini akan jadi topik tersulit buat saya. Ternyata benar (._.)
Hadeuh...menyuruh seorang banci cover memilih 10 cover terfavorit versinya itu sebuah kriminal X). Sama kriminalnya dengan menyuruh seorang kutu buku memilih buku terfavorit atau menyuruh seorang ibu memilih anak terfavorit ato menyuruh seorang hansip memilih kentongan terfavorit (oke....ini sudah lebay).  Harusnya jangan dibatasi 10. Harusnya 50 aja doong (lalu saya pun mabok memilih).

Anyway...inilah 10 cover favorit versi saya untuk saat ini (bisa berubah besok-besok ato bahkan 1 jam kemudian) :

1. Harry Potter Series Adult Cover Edition by JK Rowling

Cantik banget ya cover-cover itu. Harry Potter yang ini selalu jadi favorit saya. Ada aura gelap dan misterius di dalamnya

2. Harry Potter Series 15th Anniversary Cover Edition by JK Rowling

source
Aduh...masih nyeri hati liat Harry Potter yang ini. Salah satu wishlist yang belum kesampaian nih. Ada yang mo beliin? I promise I'm gonna giveaway one of my Harpot set if I got this and I promise I'm gonna make you as my siblings for life :') #yekeleus X)

Friday, November 08, 2013

Friday's Recommendation #8

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/11/fridays-recommendation-25-giveaway.html

Alohaaa.....Alhamdulillah, bisa nyampe lagi di hari Jumat dan bertemu Friday's Recommendation (dan saya bisa update blog ini) #eh

Di hari Jumat yang mendung ini saya pengen rekomendasiin buku ini buat kamu baca.

Kei : Kutemukan Cinta di Tengah Perang oleh Erni Aladjai
Genre : Romance
Sinopsis:
Mari kuceritakan kisah sedih tentang kehilangan. Rasa sakit yang merupa serta perih yang menjejakkan duka. Namun, jangan terlalu bersedih, karena aku akan menceritakan pula tentang harapan. Tentang cinta yang tetap menyetia meski takdir hampir kehilangan pegangan.

Mari kuceritakan tentang orang-orang yang bertemu di bawah langit sewarna biru. Orang-orang yang memilih marah, lalu saling menorehkan luka. Juga kisah orang-orang yang memilih berjalan bersisian, dengan tangan tetap saling memegang.

Mari, mari kuceritakan tentang marah, tentang sedih, tentang langit dan senja yang tak searah, juga tentang cinta yang selalu ada dalam tiap cerita
Kenapa saya rekomendasikan? Ada beberapa alasan :
1. Karena walau pun ini novel roman, tapi latar belakangnya adalah kerusuhan Maluku di tahun 1999 dulu. Langka kan ada yang ambil tema begini?
2. Karena novel ini adalah novel pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta, so yaahh....walaupun mungkin gak masuk di selera kamu, tapi minimal gak kacrut-kacrut amat lah. Buat saya sih diksinya enak dibaca :)
3. (Oke ngaku, ini alasan utama buat saya) : karena setting novel ini di PULAU KEI. Pulau tempat saya PTT dulu dan salah satu daerah yang paling saya cintai di Indonesia sejauh ini (saya bahkan lebih sayang Kei daripada Kendari, tanah kelahiran saya). So biar kamu tahu tentang Kei, ayooo baca buku ini :D

Buat yang pengen ikutan meme di blog Ren ini, sila baca rulesnya :
1. Tulis buku yang ingin kamu rekomendasikan. Kategori buku yang akan direkomendasikan bisa memilih dari kategori di bawah ini :
a. Buku yang ingin diterjemahkan di Indonesia 
b. Buku yang sudah terbit di Indonesia, dan ingin kamu rekomendasikan ke pembaca.
Jangan lupa menulis alasan kamu merekomendasikan buku itu ya
2. Jika kamu sudah pernah me-review buku yang ingin kamu rekomendasikan itu, taut balikkan ke link reviewmu ya
3. Pasang button Friday's Recommendation, jangan lupa di taut balikkan ke blog Ren's Little Corner
4. Masukkan link Friday's Recommendation ke linky yang telah disediakan.
5. Jangan lupa untuk blogwalking ke blog - blog lain :)
6. Waktu meme adalah bi-weekly. Diposting setiap hari Jum'at minggu ke-2 dan ke-4 tiap bulan

Sunday, November 03, 2013

Buying Monday #4 : Saya Sukses Diet Buku di Bulan Oktober


Hohoho.....beneran lhoo. Kali ini saya sukses diet. Pembelian saya gak sebanyak bulan sebelumnya. Nih saya kasih buktinya :

Buku broken di obralan Carrefour Harapan Indah, per buku IDR 10k. Dibeliin untuk Mama yang demen buanget Harlequin (iya..iya...saya juga baca)
1. Maya Banks - Sentuhan Cinta Sang Kekasih
2. Day Leclaire - Pertolongan Sang Jutawan
3. Lynne Graham - Kekasih Rafello
4. Astrid Zeng - Bella and the Beast
5. Boxset Diana Palmer
(PS : iyaa..iyaaa ngaku. Saya udah kelar baca semua buku di atas) X))

Ini juga belinya di Carrefour Harapan Indah sih. Buku broken yang harganya 10-15k IDR/buahnya.
6. Kisah SamKok dan Tiga Negara
7. Mia Arsjad - Jun
8. Hans Gumulia - Masa Elir
9. Naomi Novik - His Majesty's Dragon : buku favoritnya Ren nih. Jadi tertarik bacanya :)
10. Maggie Tiojakin - Winter Dreams : Hahaha...akhirnya setelah 2x punya lalu diswap, saya jadi kepengen punya novel ini
11. Hans Gumulia - Takdir Elir
12. Marga T - Gema Sebuah Hati : Karena buku-buku Marga T selalu layak untuk dibeli ulang
13. Marga T - Setangkai Edelweiss
14. Linda Howard - Kiss Me While I Sleep

Ini pembelian dari Mbak maria Hobby Buku yang tawaran bukunya terlalu menggoda untuk dicuekkin
15. Karl May - Old Shatterhand
16. Kathryn Littlewood - A Dash of Magic
17. Kristin Cashore - Fire


Kalo yang ini beli di Gramedia Matraman Shocking Sale, sebagian nitip sama Dinoy, Ren dan beli sendiri.
18. Siapa Bilang Raksasa Tak Pernah Ada - Seri Pengetahuan Anak
19. Pseudonym Bosch - Judul Buku Ini Rahasia
20. Jojo Moyes - Me Before You
21. M.G. Harris - Invisible City
22. M.G. Harris - Zero Moment
23. M.G. Harris - Dark Parallel
24. JR Ward - Lover Awakened
25. David Levithan - The Lover's Dictionary
26. Postmodernisme ===> buntelan dari bang Epi


Kecuali Of Thee I Sing, buku-buku di atas hasil belanja di Bras Basah dengan harga 3SGD per buku.
27. Eva Ibbotson - Monster Mission (karena semua buku Ibbotson layak dikoleksi)
28. Jean Craighead George - Julie Of The Wolves : logo Newberry-nya terlalu menggoda untuk dilewatkan
29. Jeanne Birdsall - The Penderwicks : Emang udah lama nyari
30. Neil Gaiman - The Graveyard Book : Dibeli karena gak ada anak BBI yang berminat adopsi :))
31. Lulu Delacre - Golden Tales of Latin America : Karena saya selalu penasaran dari mitos negara mana pun.
32. Barack Obama - Of Thee I Sing : Beli di Carrefour Harapan Indah seharga IDR 10k. Suka sama ilustrasinya.
33. Patrick MacDonnell - The Gift Of Nothing : Laahh...fotonya ke-crop X). Tapi ini salah satu favorit saya, ampe bela-belain saya review

Udah segitu aja belanjaan saya. Sukses kan diet bukunya? :D
Kalo kamu mau ikutan meme dari Aul ini caranya :
1. Follow The Black in The Books melalui email atau bloglovin'.
2. Buat post tentang buku-buku apa saja yang dibeli selama bulan itu, publish setiap hari Senin pertama di bulan berikutnya.
3. Masukan link post tersebut di linky yang disediakan.
4. Linky akan dibuka selama 3 minggu, agar bagi yang terlambat, masih bisa mengikuti meme ini.
5. Bila ada yang memasukan link tentang book haul bulan berikutnya (bukan bulan yang ditentukan), maka link itu akan dihapus dari linky.
6. Jangan lupa melihat-lihat book haul peserta lain! :D