Tuesday, October 30, 2012

How I Met BBI



Gak terasa hampir setahun saya gabung di BBI (Blogger Buku Indonesia).
Selama hampir setahun ini, banyak yang sudah saya dapat dari BBI. Pengalaman baru, buku bacaan yang baru, mencoba baca genre yang di luar zona nyaman saya, pengalaman ikut (dan kemudian menang) giveaway, dan tentunya teman-teman baru. I'm happy and feel honoured to join this group. Dan saya berharap semoga BBI semakin maju, anggotanya semakin banyak dan semakin kompak. Juga semoga pertemanan yang terjalin di sini akan berlangsung lama, selama umur kita di dunia #aihsyedaapp.

Anyhoo...untuk merayakan hari blogger nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, BBI sepakat untuk posting bareng mengenai sejarah awal masing-masing anggotanya kenalan sama di sini.
And this is my story...

It happened a long time ago, when the Earth began to cool, the autotrophs began to drool, and Neanderthals developed tools. Alkisah Zeus sedang murka karena putranya, Hercules, lagi-lagi ketahuan turun ke bumi buat belajar gangnam style. Dalam kemarahannya, Zeus melempar petir, senjata andalannya, kepada Hecules. Sambil ber-gangnam style, Hercules menghindari serangan Zeus. "Easy, Dad. See how good I am now dodging from your thunders? It's all because this move. I'm movin' like Jagger."
Ngeles-nya Hercules ini bikin Zeus makin emosi. Dan waktu petir di tangannya habis, dia lemparin apa aja yang ada di sekitarnya. Mulai dari piring, gelas, sulaman-nya Hera, ampe sebatang coklat yang dari tadi lagi dikunyah sama Cerberus.
Petir yang dilempar Zeus menggetarkan awan dan menurunkan hujan badai di bumi. Piring dan gelas yang dilempar membuat hujan terasa tajam mengiris hati menggetarkan jiwa (ooohhhhh #plak). Coklatnya sendiri hancur meleleh terkena hujan dan melumuri sebuah ladang gandum di bumi.
Sementara itu, Zeus yang sudah puas ngamuk kemudian menghembuskan nafas yang berubah menjadi tornado di bumi. Tornado ini meghantam ladang gandum cokelat tersebut dan mengubahnya menjadi Koko Cr...
Oh..oke...oke...baeklaahhh. Saya ngaku emang garing sih cerita di atas. Ya maap. *dilempar botol oleh segenap pembaca*

I'll tell different version then.

Jadi gini, di tahun 2000 saya kenalan dengan teknologi blog di blogger ini. Berhubung masih baru dan norak, saya nulis apa aja yang saya mau waktu itu, termasuk curcol dan review dalam satu blog. Cuma yah waktu itu review saya masih one-liner gitu, sekadar bilang buku dan filmnya bagus ato gak (ini sebenarnya pembelaan diri atas review-review one-liner yang ada di awal blog ini).
Kemudian, seperti layaknya anak gaul lainnya, saya pun beralih ke multiply. Di multiply ada bagian tersendiri untuk review. Excited, saya pun mulai belajar nulis review yang sedikit panjang (dan entah gimana, jadinya sekarang malah selalu panjang kalo nulis review :p).

Waktu di multiply sih review saya beragam, mulai dari buku, film, restoran ampe artis pun saya review (iya...kelakuan saya emang idih banget waktu itu). Lama-lama saya kepikiran buat membagi review berdasarkan jenisnya. Berhubung buku yang paling sering direview, ya dibikinkan satu blog khusus. Sementara film dan restoran digabung aja jadi satu (yang artis dihapus karena terlalu nyinyir). Dan saya pun kembali melirik cinta pertama yang sempat dicuekkin, yaitu si blogger. Saya aktifkan lagi blog yang sempat hiatus, hapus semua postingan selain review buku, dan gabungin dengan review yang ada di multiply (yang mana setelah digabung pun masih sedikit).
Lalu ganti judul blog dengan nama  "Through Tinted Glass".

Blog ini bisa dianggap aktif lagi sekitar bulan oktober 2011. Di periode itu, saya bikin review buku "Where She Went"-nya Gayle Forman yang kemudian terpilih jadi resensi pilihan GPU. Gegara akun twitter dan postingan saya di-retweet GPU, Sulis aka Peri Hutan pun notice dengan keberadaan blog saya kemudian ngajak temenan (tepatnya sih saling follow di twitter).
Kebetulan waktu itu saya adalah pengikut setia blog Kubikel Romance-nya dia. Jadi excited gitu pas disapa sama idola sendiri :D.
Dan dia-lah yang memperkenalkan saya ke BBI. Sulis mention Rahib Tanzil dan @BBI_2011 nanyain apakah link blog saya udah terdaftar di BBI, yang mana akhirnya membuat saya terdaftar di BBI. Yah...the rest is history.
Itu sebabnya, tiap ditanya apa buku yang paling berkesan sepanjang 2011-2012, saya pasti bakal jawab "Where She Went". Abis buku itu sih yang bikin saya kenalan sama BBI :).

And that's my friends, how I met BBI.


28 comments :

  1. jiah, kata penggantarnya selalu bikin ngakak *dipleroki Hercules dan Zeus*

    waktu itu ak lagi seneng bgt sama Where She Went dan tambah suka waktu baca reviewmu, salah satu review yang sayang kalau dilewatkan dan berlanjut ke review kamu lainnya, salah satu anggota BBI yg selalu ak tunggu postingan terbarunya. Dannnn, ak juga bersyukur dengan review itu ak bisa kenalan sama kamu *hugs*

    ReplyDelete
  2. Errr jadi yang Herluces itu ngga ada sambungannya sama BBI ya? *berharap*

    ReplyDelete
  3. @Sulis : Itu yang namanya destiny kali ya, Lis. :') *terharu* #dikeplakbukubiru. Iyaaa...aku juga bersyukur gegara review itu bisa kenalan sama kamu, bisa kenalan sm BBI dan bisa pinjem2an buku *lho*

    @Ana : Eh...eng...ada sih sebenarnya. Tapi jadi kepanjangan gituh ntar. Ceritanya masih berlanjut di hubungan ladang gandum coklat itu sama moyang saya, terus buyut saya, terus kakek, dan akhirnya ke saya deh.

    ReplyDelete
  4. hihihi..bisa buat cerita tersendiri tuh.

    Eh jadi penasaran gimana review Where She Went-nya. Pengen liat Adam di mata mbak Dewi gimana.

    ReplyDelete
  5. waaah senang bisa berkenalan dengan mbak dewi, review buku biru yang pernah ON tahun lalu serasa terlahir kembali setelah ada review dirimu :)

    sepertinya ini komen pertama saya disini yaa..

    semangat membloging :D (dan membaca)

    ReplyDelete
  6. kita sama2 dihubungkan ke BBI oleh Sulis *berpelukan*

    ReplyDelete
  7. ahhh judul postingan kita mirip nih wi =D eh iya melalui BBI juga akhirnya kita bikin "november club" yaaa ngga sabar deh tuker kadonya hihihiy

    ReplyDelete
  8. eh, ada namaku disebut-sebut :)

    ReplyDelete
  9. kenal mbak dewi dari si buku biru. lalu mulai ngikutin ripiunya yang bikin fresh kalo lagi butek seharian di kampus.
    eh terus makin deket setelah jadi pasukan 50. XD

    ReplyDelete
  10. Dulu pernah baca reviewnya Dewi yang Breaking Dawn Di GR, tapi belum temenan, sudah ngakak saja waktu itu. Seneng, akhirnya jadi satu di BBI plus penumpang bajay BBI hihi...

    ReplyDelete
  11. Wakakakakak... Ini menghibur bgt deh ceritanya wi..

    ReplyDelete
  12. Review mbak Dewi selalu saya nantikan karena merupakan sumber penghiburan di belantara kutubuku yang kadang terlalu serius dan kaku. review Anda selalu memancing tawa dan ngajak kayang massal :p

    ReplyDelete
  13. Hahaha, selalu terhibur tiap kali BW ke sini :D
    Nice to have you aboard, Wi. :)

    ReplyDelete
  14. saya ngikuti review mba' awalnya dari yang review buku biru... dan sejak itu jadi silent reader :D menghibur banget mba' dan pastinya jadi salah satu bahan rekomendasi untuk beli buku :)

    senang banget kenal (walau masih sebatas di dunia maya) sama mba' :)

    ReplyDelete
  15. kita kayaknya masuk BBI bersamaan ya wi, ingat banget karena link blog kita didaftarin sama rahib dalam satu hari yg sama :)

    ReplyDelete
  16. @ALLY : Review Where She Went-nya ada di blog ini kok. Pastinya aku sempat susah move on dari Adam :))

    @HELVRY : Senang bisa berkenalan juga, mas. Aku ingat, dirimu yang pertama membela waktu review buku biru itu diserang di GR. Makasi yaa :)

    @ZEE: Ah...jadi sulis itu mak comblang kita yaaaa *grouphugs*

    @ASTRID : Hahaha...aku juga pertama liat judul postinganmu langsung ngakak, mbak. Cuma beda 1 huruf judulnya. Ada november club. Klo gak salah, rahib yg duluan ultah ya?

    @HTANZIL : Ah...sepertinya nama dirimu ada di hampir semua post deh

    @ALVINA : Hah? Jadi smeua bermula dari buku biru? *berpikir serius untuk bikin 1 post khusus ke penulisnya* Hahaha.....50United was fun, vin. Let's do it again

    @LILA : Hehehe...kenalan awal dari GRI ya, mbak? Aku malah ngehnya sejak di twitter

    @ANNISA : Maksudnya yg menghibur itu tentang Zeus? Bukan SAYAAA?? *mendadak narsis* #Haizzz

    @DION : Hahaha...makasi buat pujiannya, mas dion (dianggap pujian aja lah yaa). Sy juga suka baca review2 anda yang detil itu

    @MELISA: Nice to be here too, mel :)

    ReplyDelete
  17. @INGE : Ah...aku juga selalu mengikuti postinganmu walo gak pernah komen. Ternyata kita sama2 pemalu yaa :">

    @DESTY : Iyaaa, mbak. Kita barengan gabung BBInya. Aku inget dulu juga gabung di BBI gegara SS yaa

    ReplyDelete
  18. @Rahib: kayaknya, dari beberapa posting sejarah BBI yang aku baca hari ini, hampir semua nyebut nama Rahib, deh :))

    ReplyDelete
  19. Mbak itu lokasi ladang gandumnya dimana, mau negak cokelat sama pungutin cerealnya :D *pakai merk tidak?*
    Kisah mitologi Yunani kita bahas bersama yuk, lagi pengen banget bongkar-bongkar soal ini ...

    ReplyDelete
  20. Bu dokter...

    Itu kan Zeus ngelemparin petir ke Hercules. Kenapa mendadak jadi cokelat? Apakah petirnya mengandung cokelat? #serius

    :))

    Kenal ma bu dokter gara2 si Grey dulu yak, terus sering mention2 di Twitter ma si Hippo durjana (untung dia ga punya blog). Yang paling kusuka dari bu dokter itu review kacrutnya. Saya lebih memilih baca review kacrut, lucu tapi masuk akal daripada review yang kebanyakan gif di Gudrids X)

    Keep reading and reviewing, bu dokter Dewi. Glad to meet you :')

    ReplyDelete
  21. Bu dokter, iklan serealnya lucu...heheee...

    kalo sy kenal bu dokter gr2 baca review buku biru yg sempat kontroversial itu lhow bu...

    semoga tetap semangat nulis review panjang yang mengocok perut :)

    ReplyDelete
  22. @PENI : Nyebut BBI tanpa nyebut rahib tuh rasanya kurang lengkap, teh

    @HOBBY BUKU : Ladang gandumnya? Klo sekarang sih udah hangus terbakar waktu insiden vesuvius meletus itu, mbak. Bahas mitos? Ayoooo.....Genre favoritku selain fantasy tuh

    @REN : Kan udah dibilang klo Zeus nya juga lempar cokelat, Ren *malah dibahas* Hahaha...jadi terkenang masa2 baca bareng FSOG. Seru yaaa. Glad to know you too, ren

    @IKA: Makasi, mbak ika. Sedikit banyak saya harus berterima kasih sama kontroversi buku biru nih. Jadi nambah temen :)). Sama-sama. Semanagat nulis review juga yaa

    ReplyDelete
  23. Aku kenal mba Dewi itu dari twitter sih~ rame banget orangnya. Salah satu review yg sering aku stalking pas di GR =))

    ReplyDelete
  24. hehehe...jadi penasaran ma review tentang artisnya :P

    salam kenal ya, kayaknya kita belum kenalan :) ceritanya asyik

    ReplyDelete
  25. wow, keren. Pengin juga resensi ku kelak bisa dipilih GPU. Kapan ya? hehehe :). Sempet mikir tadi apa hubungan kenal BBI sama kisah para dewa ya? Semangat banget pengin tahu, nggak taunya..haha.. ketipu daku.. :),

    ReplyDelete
  26. hwahahaha.... Bu Dokter berbakat bikin cerita kocak nih!! Ayo dibukukan. Mwahahahah lagi *guling2sampengeces*

    Postingnya Bu Dokter selalu bikin ketawa dan hati terhibur. Paling berkesan sih pas baca review Mendadak Dangdut yang tentang orang Jepang suka Bang Haji. WOW!!!!

    Keep blogging!!!

    ReplyDelete
  27. akhirnya gabung di BBI begitu toh ceritanya, mbak.. hehe

    btw, tukeran link yuk mbak.. aku udah pasang link blog mbak di aku & udh follow blognya juga...

    salam kenal. mbak.. :)

    ReplyDelete
  28. @OKY : Aku sih kenal kamu krn ikutan annual review contest-mu tahun lalu. Ternyata waktu itu kamu blm ngeh sama aku ya? Hiks.... #eaaa #mendadakgloomy

    @SINTA : Masa sih kita belum kenalan, mbak sintaa? Udah suka mention2an di twitter lho

    @ENGGAR : Resensimu bagus2 kok, mbak. Coba deh review buku2 barunya GPU trus kirim ke twitternya mereka

    @NANA : makasi, mbak nana. Ah terharu ternyata dikau suka bang haji :') *salah paham*

    @KILAS BUKU : Eh lho...saya blm follow anda? Perasaan udah O_o. Never mind, udah sy follow kok skr. Salam kenal :)

    ReplyDelete