Friday, April 05, 2013

Berburu Buku di Delhi

Sebagai penimbun pecinta buku, saya selalu menyempatkan diri untuk singgah ke toko buku dan beli minimal satu buku dari setiap kota/negara yang baru saya kunjungi.
Tapi waktu saya membuat rencana liburan ke India, dengan semangat saya langsung siapin 1 koper kosong khusus buat nampung buku. Oohh...I know for sure that the voracious reader in me that always get itchy would get a big nice scratch in India.

India emang terkenal dengan buku-buku murahnya, terutama textbook kuliah (apalagi textbook kedokteran). Jaman kuliah dulu, sebagai mahasiswa pecinta barang murah kualitas bagus bilang aja mahasiswa ngepas, textbook terbitan India jelas jadi incaran. Kualitasnya sama dengan textbook terbitan Jerman ato US, dengan harga setengahnya. Siapa yang gak ngiler coba? Dan sejak itu, saya penasaran pengen buktiin semurah apa sih harga buku di sana.

Makanya ketika tahu bakal ke Delhi yang adalah salah satu pusat buku di India, dengan semangat saya pun langsung cari info. Ada banyak toko buku dan beberapa book market di Delhi sebenarnya. Tapi karena keterbatasan waktu, saya cuma sempat singgah ke tiga tempat ini :


1. Darya Ganj

source
Darya Ganj adalah sebuah jalan/daerah yang terletak di kawasan Old Delhi. Di sini ada book market yang sudah berjalan selama +/- 300 tahun. Khas dari Darya Ganj adalah pasar buku ini hanya beroperasi tiap hari Minggu. Kalo kamu datamg di hari lain, dipastikan gak akan nemu satu penjual buku pun.

Semua penjual akan menjajakan bukunya di trotoar, dan bisa kita liat sepanjang jalan kenangan yang panjang itu ada puluhan ratusan jutaan buku terhampar di tepi jalan. Saya sempat euphoria dan lupa diri waktu pertama datang ke sini. "Buku! Buku!! BUKU!!!" jeritan batin saya lengkap dengan liur yang menetes (okay...ini jorok) X).

Lalu dengan semangat, saya pun mulai jabanin satu demi satu penjual bukunya. Sayang, antusiasme saya short-lived. Kenapa?
Jadi gini, sebelumnya saya sudah tahu kalo di Darya Ganj itu kebanyakan jual buku bekas. Dan saya gak masalah dengan itu. Malah saya excited banget karena dari info, harga buku second-nya rata-rata seperempat harga buku baru. Huaaa....asik banget!

Tapi ternyata, bukan cuma buku second yang ada di sini. Banyak buku bajakan, bahkan ada yang jual secondnya bajakan. Untunglah kemampuan pembajak di India belum secanggih di Indo, jadi lumayan gampang bedain mana bajakan, mana asli.

Dan kamu mesti pinter liat buku second juga. Banyak yang kondisinya gak bagus seperti halaman yang hilang, sobek ato cover yang terkoyak. Dan terutama, janganlah puas di penjual pertama yang kamu temui. Coba liat penjual lain. Karena bisa aja kamu nemu si A jual buku second dengan harga yang sama dengan si B yang jual buku baru.

Lalu, sebagian besar penjual buku di sana seenaknya campurin buku kuliah dengan novel fiksi. Yah rata-rata penjual mau bantuin kamu cari buku inceran sih, masalahnya customer kan bukan cuma kamu. Jadi bersiaplah untuk ubek-ubek sendirian.
Berhubung itu daerah terbuka, jadi hawanya sungguh PANAS. Dan percayalah, diterjang matahari nan garang di India sambil ubek-ubek nyari buku, belum lagi kadang musti rebutan dengan customer lain ditambah perang tawar harga sama penjualnya, bukanlah kombinasi yang nyaman untuk belanja.

source
Emang saya yang salah sih. Mestinya saya datang sekitar jam 8 pagi waktu pasar-nya baru mulai beroperasi, pembeli belum banyak dan penjual masih asik untuk diajak adu tawar harga. Instead, saya malah datang jam 1 siang, saat matahari lagi kambuh jiwa eksibisionisnya dan mood penjual udah drop.
Jadi yah, kalo kamu mau ke Darya Ganj,  please datanglah sepagi mungkin. Dan siapkan air mineral sebotol serta mental baja untuk nawar. Hati-hati, berhubung kamu turis harganya bisa naik menggila. Memang sih, harga yang mereka kasi masih lebih murah daripada harga pasaran dan sebagai orang Indo, saya udah girang aja dapat harga murah gitu. Tapi teteeepp, kudu nawar lagi.

Contohnya nih, waktu saya mau beli seri A Song of Ice & Fire. Harga resmi per bukunya 400 Rs (1 Rs = 200 IDR), saya dikasi harga 250 Rs (50rb). Saya girang dong. Di Jakarta mana dapat harga segitu untuk buku import ASOIF? Tapi temen saya yang orang India itu langsung bantu nawar dan akhirnya saya dikasi harga 100 Rs (20 IDR) per buku. However, saya gak beli banyak buku di sini. Cuma beli ASOIF dan dua buku terbitan BBC tentang sejarah kaum Sikh.

Oya, satu tips tambahan, kalo mau ke Darya Ganj jangan bawa apa-apa selain hp, dompet dan botol aqua. Kalo bisa malah cukup bawa duit aja, dompetnya ditinggal. Buat cewe : jangan bawa handbag deh, selain ribet juga rawan copet. Kecuali punya teman ato pendamping yang bisa disuruh jagain tas sementara kamu asik bongkar buku. Karena itu pula saya gak bisa foto sendiri situasi di sana dan akhirnya dibantu Om Google :'( .  Kalo mau baca-baca lagi tentang Darya Ganj, bisa coba ke link ini dan link ini atau link ini.

2. Nai Sarak Road

source

Hampir mirip dengan Darya Ganj, di sini juga sebuah jalan yang kiri kanannya penuh toko buku. Bedanya Nai Sarak buka di hari kerja (tutup di hari minggu karena para penjualnya ngampar di Darya Ganj) dan buku tidak dijajakan di trotoar, tapi dalam toko atau kios.
So yah...relatif lebih nyaman lah.

Dari info sih, Nai Sarak ini lebih dikenal sebagai pusatnya buku kuliah. Kalo kamu desperate nyari textbook, cobalah tengok Nai Sarak. Besar kemungkinan kamu bakal nemu textbook yang dimaksud di sana.
Dan waktu ke sana juga saya perhatiin sepanjang jalan kebanyakan sih toko yang jual buku kuliah. Malah ada toko yang spesifik menegaskan jual buku kuliah akunting atau hukum atau kedokteran. Tapi masih ada kok toko yang spesialis jual children book, second book bahkan ada juga toko yang jual semua jenis buku.
Lumayan gampang menentukan toko mana yang sesuai dengan kebutuhanmu di Nai Sarak, karena setiap toko punya papan nama yang merinci jenis buku yang dijual, dari etalasenya juga udah kelihatan.

source
Oya, Nai Sarak itu gang kecil yang menghubungkan 2 jalan besar di Delhi. Untuk ke sana, gak bisa naik mobil. Jadi siap aja naik becak ya. Jangan kepikir jalan kaki deh untuk menyusuri sepanjang Nai Sarak. Kenapa? Soalnya saya yakin kamu bakal kalap belanja dan nantinya repot bawa belanjaanmu. Kalo ada becak kan enak. Dan kalo kamu mau jalan kaki menyusuri Nai Sarak, si becaknya bisa ngikutin. Kalo mau murah sih, sewa aja becaknya untuk 3-4 jam gitu, lebih murah dan praktis (kayaknya ini saran yang gak penting ya? XD)

Anyhoo...berhubung auranya di sini mirip kayak Darya Ganj, jadi same rules applied.
You know : datang pagi sebelum ramai supaya enak nawar buku-nya, waspada copet jadi bawa barang seringkas mungkin, hati-hati sama buku palsu. Dan perhatiin juga, jangan sampe kamu beli buku palsu dengan harga baru.

Oya soal buku palsu ini, saya heran. Jadi saya perhatiin, kalo customernya orang India, si penjual jujur kasi harga buku palsu (paling mahal 100 Rs, setebal apapun itu), tapi kalo ke saya (turis) kok dikasi harga buku baru resmi ya? Jadi dia ngarepin saya tertipu beli buku bajakan dengan harga resmi. Emang dia kira saya gak bisa bedain mana buku palsu dan asli apa?
Hih! Sorry! Sebagai orang Indo, saya lebih terlatih bedain barang piracy dan genuine daripada situ. Huh! (eh mestinya gak usah bangga ya? XD).

So balik ke toko bukunya. Setelah singgah di beberapa toko (dan ilfil karena ditawarin buku palsu) juga liat-liat buku second, saya pun memilih belanja di Sagar Book Depot. Soalnya saya liat di situ lengkap : dari buku second sampe baru ada, semua bukunya asli dan shopkeepernya sangat membantu (penting banget ini!).
Dan di sinilah, saya menggila belanjanya (_ _"). Apa aja yang saya beli? Sila cek foto ini :


Untuk semua buku itu, saya habis sekitar 3000an Rs. Tentu itu setelah nawar lagi, kalo gak nawar entah deh habis berapa. Sebagai ilustrasi, ini saya tunjukkin ya :

1. Harry Potter boxset itu harga resminya 3300 Rs (sekitar 660 IDR). Saya dikasi diskon 30% jadi 2300 Rs (460 IDR) dan masih ditawar lagi jadi 1500 Rs.
2. Midnights Children itu mestinya 400 Rs, dikasi harga 300 Rs, harga akhir jadi 200 Rs
3. Fifty shades of grey boxset juga dari 1200 Rs jadi 700 Rs
4. Anna Karenina & Godfather yang tadinya 350 Rs jadi sekitar 175 Rs.
Yah saya masih bisa terus kasi list harga buku, tapi kamu sudah dapat gambarannya kan? Cobalah mulai tawar diskon 50%. Dan makin banyak beli, tentu diskonnya makin besar.

3. Jain Book Depot

source
Toko buku yang terletak di Connaught Place ini salah satu toko buku milik pemerintah. Artinya semua buku yang ada di sini dijamin asli tapi juga harga pas tanpa diskon :D. Suasananya nyaman (mirip suasana di Toga Mas ato Gramedia), shopkeepernya sangat membantu dan pilihan bukunya luas. Kalo kamu cuma mau beli 3-4 buku sih (apalagi kalo yang diincer buku baru), mendingan ke Jain saja soalnya mudah dijangkau aksesnya. Agak repot ya jauh-jauh ke Nai Sarak cuma buat beli sedikit buku, soalnya besaran diskon di Nai Sarak kan tergantung belanjaanmu.

Jain Book ini sebenarnya nama salah satu penerbit lokal di India dan toko di Connaught Place ini salah satu outlet mereka. Biar gitu, yang dijual gak hanya buku-buku terbitan Jain kok. Dan toko ini punya gudang besar entah di mana. So kalo gak nemu buku yang kamu cari, tanya aja ke shopkeepernya. Mereka mau kok cariin ke gudangnya, biarpun kamu cuma nyari 1 buku aja.

Di Jain ini juga saya jadi ngeh kalo ternyata ada beberapa buku yang diterbitkan khusus untuk dijual di India dan harganya bisa lebih murah. Jadi gini, beberapa publisher internasional seperti Penguin, Random House dan Harper Books punya pabrik sendiri di India. Lalu tiga publisher itu mencetak buku yang khusus dijual di India dan buku yang untuk kualitas export (kertas putih). Nah buku yang khusus dijual di India ini lebih murah daripada yang export.

Sebagai contoh, The Book Thief-nya Markus Zusak dijual 2 versi di Jain Books ini. Ada versi terbitan Random House untuk export dengan harga 350 Rs (70 IDR) dan khusus untuk India yang harganya 200 Rs (40 IDR) saja.
Gimana taunya mana yang dipasarkan khusus India dan mana yang buat eksport? Gampang sih. Liat aja di backcover bukunya. Kalo khusus India, biasanya ditulis : "For sale in Indian subcontinent only". Ato kadang ditulis : "For sale in Indian, Pakistan, Nepal only". Untuk info lebih jauh tentang Jain, bisa dicek di web mereka.

Saya gak beli banyak buku di Jain, soalnya tujuan awal ke sini cuma cari textbook kuliah titipan adik saya. Itu pun cuma sekadar mampir sebelum ke bandara. Tapi tetap ya, kalo gak bawa pulang 1-2 buku rasanya ada yang kurang. Jadi saya beli 3 buku ini di Jain :


4. Sebenarnya selain tiga tempat di atas, masih banyaaakkk toko buku di Delhi. Dan banyak juga yang menjajakan bukunya di trotoar.
Nah sehubungan dengan itu, saya mo bilang aja kalo di seberangnya Jain Book Depot itu kan ada perempatan. Belok kanan dari perempatan itu, kamu bisa nemu penjual buku di trotoar ini (sayang saya gak sempat foto karena buru-buru). Saya liat sih koleksinya lumayan lengkap, bukunya asli (seenggaknya yang saya lihat) dan harganya diskon 10% dari harga di Jain. Malah kalo mau tawar, penjualnya bisa kasi diskon 25%-30%. So kalo kamu lagi ada di sekitar Connaught Place dan mau singgah beli buku, saran saya sih tengok ke penjual ini deh sebelum ke Jain Book Depot.

Yah hanya segitu sajalah book trip saya di Delhi. Sayang sih, saya cuma 2 hari di sana, jadi gak sempat datangin berbagai book store di Delhi. Kalo diliat dari list yang di link ini sih, sepertinya saya butuh waktu 1 minggu di Delhi, khusus buat trip ke book store-nya aja ^__^
(Dan saya juga butuh bagasi 50 kg dan cash yang buanyaakkk. Bikin ngiler semua sih) X).
Dan memang ya, India itu surganya book lover. Lucky them for that part. :)

46 comments :

  1. Beuhhh,,mantap bgt mbak dewi *lap iler*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang di Darya Ganj itu beneran bikin ngiler. Serasa mimpi jadi nyata liat buku sebanyak itu. Literally bisa tidur guling-gulingan di atas buku kalo mau

      Delete
    2. Nahhh... Itu yang mo kubilang tadi, guling2 sepanjang jalan. Bisa jereng mata ngeliat buku disini #apusiler...

      Delete
    3. @mbak Lila : buka link tentang Darya Ganj yang kukasi deh, mbak. Bikin iri buanget dan berharap punya pintu kemana saja-nya doraemon.
      Tapi iyasih, pusing jadinya mo milih buku saking banyaknya pilihan.

      Delete
  2. Wiiih seru bangeet baca postingan Mbk Dewiii, gila daaah! Murah banget banget banget jadinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak Mi. Karena murah jadi kalap, sayang terhalang overbagasi dan (terutama) duit X)

      Delete
  3. Yang di Bras Basah g diceritain? :V

    Ah ituuu, pinjem A Song of Ice and Firenyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bras Basah kan di Singapur, Ren. Di postingan berikutnya aja itu.

      ASOIFnya bulan depan ya. Itu termasuk buku yang gak kubawa pulang karena overbagasi. Jadi titip ke Om, dibawain kalo dia ke Jakarta

      Delete
  4. wooowww bikin kepengennn xDD trnyata di Delhi bnyk toko bukunya yah :DD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak, Stef. Bukan cuma toko buku. Yang seru sih, penjual buku pun banyak di trotoar. Jadi bebas milihnya

      Delete
  5. waaaw puas sepuasnya ya wi :D noted untuk bawa koper kosong kalo jalan ke india hihihi...eh iya samaaa aku jg selalu berusaha utk mampir ke toko buku kalo lg jalan2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bawa koper kosong dan bagasi sesedikit mungkin, mbak. Biar gak khawatir overbagasi >.<

      Iya, rasanya ada yang kurang ya kalo gak singgah ke toko buku. Pengen bandingin aja suasana di sana dengan di sini

      Delete
  6. keren, boleh nih bikin buku : berburu buku di luar negeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide bagus, Mas. Kontributornya anak-anak BBI ya

      Delete
  7. Kalau kamu dapat rejeki ke India lagi, bilang2 ya... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ^
      Hehehe aku ngiler sama boxset harpot. :p

      Delete
    2. @Desty : Siap. Kalo kamu yang dapat rejeki ke India,bilang2 juga ya ;)

      @Aul : Aku nyesel beli boxset Harpot cuma 1

      Delete
  8. ya ampun, ya ampun, ya ampun, ya ampun, beneran surga buku! >.<

    Sebelum saya bisa kesana, mesti berlatih cara nawar dulu! Eh, tapi pedagang India pakai pasang muka melas nggak sih pas jualan, Mbak? :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panik ya liatnya, Jun. Aku juga X)

      Resep nawar sama kok kayak di Indo : tawar setengah harga, pasang ekspresi gak tertarik.
      Nah soal muka melas sih, kebanyakan pasang muka tegas dan garang. Kita-nya gak boleh kalah gertak.

      Tapi aku ketemu 1 penjual yang pasang muka melas, aku-nya tetap pasang muka garang. Akhirnya si penjual ngalah sama hargaku. Nah pas aku bayar, duit-ku dipukul2in ke dagangannya. Artinya kan jualan dia belum ada yang laku ya.
      Well...waktu itu udah jam 7 malam, dagangan dia belum ada yang laku, jadi.....aku malah nambah beli buku di dia. Ngerasa guilty sih sebelumnya nawar ampe 60% x(

      Delete
    2. Pengen nyoba belanja yang di trotoar itu X))

      Nah, itulah masalah dengan pedagang muka melas, jadi suka nggak tega. Apalagi pedagang di Indo itu kebanyakan pasang muka melas, jadinya biasanya aku ngehindar pedagang tipe gini.

      Kalao pasang muka garang sih, itu sih tantangan buat ditaklukin :)))

      Delete
    3. Hahaha....kalo pasang muka melas gitu, bikin jadi belanja di luar budget ya X)

      Kalo yg garang, apalagi ditambah nyolot, aku jadi suka kebawa nyolot

      Delete
  9. Mba, aku ngiri padamu.. tahu gitu aku nitip koper kosong ya biar diisiin buku bekas super murah *HEH*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha....tau gitu aku nerima titipan berbayar khusus untuk BBI kayak di bistip ya ;)

      Delete
    2. Iya mba, lumayan kan tambah uang jajan. Dihitungnya per koper ya, biar murah. Satu koper seribu rupiah ajah *calon pelanggan hemat*

      *ditendang*

      Delete
    3. baiklah. 1 koper isinya 10 lembar buku ya, ky ;)

      Delete
  10. Hihi. Seru banget kali ya, kalo anak-anak BBI belanja buku bareng di sana. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo anak BBI belanja buku bareng, aku kebayang seru, rusuh dan kalapnya :))

      Delete
  11. Aaaaaak seruuu! Jadi pengin BANGET ke Delhi. Kapan yak bisa kesanaaaa? Buku! Bukuuuu!
    XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ntar kamu ke sana, kabar-kabari yaa. Mau nitip lagi ;) #eaaa #belumkapok

      Delete
  12. ya ampun murah banget nget, btw minat bacanya lebih kenceng di India atau di Indonesia ya wi? bahkan Penguin, Random House dan Harper Books ada pabriknya sendiri di India, juga toko buku bekas dan diskon murah kayaknya lebih melimpah di India, juga lagi penulis India banyak yang Go International, kalao nggak salah kan India sama Indonesia sama2 negara berkembang, huhuhuhu ngarep banget ada toko buku kayak di India

    ReplyDelete
    Replies
    1. India itu lebih panas, kumuh dan padat daripada Indo. Tapi minat baca warganya emang lebih tinggi sih. Buktinya Penguin, Random sama Harper berani buka cabang di sana.

      Delete
  13. waaa, ini sih beneran sepanjang mata memandang liatnya buku semua
    >_<
    seru mbaak, acara berburu bukunyaaa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget, Lu. Kalo rame2 bareng anak BBI pasti lebih seru

      Delete
  14. wahhh bukuuuuu
    keren deh India...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal buku sih, India emang keren. Soal yg lain, Indonesia lebih menang kok

      Delete
  15. Kalo ke india lagi, ajak2 ya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuks. Tapi tunggu aku bisa nabung lagi ya X)

      Delete
  16. Besok kalo ke India lagi bilang-bilang mbak, mau nitip ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm...beneran nerima titipan berbayar kayaknya nih :))

      Delete
  17. Wooooowwwwwwwwwwwwww.......
    bikin ngiler sangat! :D
    *lap iler

    ReplyDelete
  18. Gyaaa mau nitip boxset Harpot...murah banget jatuhnya T___T

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm....there's might be a chance I'm going back to India soon enough, mel. Though not sure if I could hit Delhi or not. Tapi yah...kalo mo beli harga pasaran pun, boxset HP di India masih lebih murah drpd di Jakarta. So...kalo mo coba nitip, boleh

      Delete
  19. Kapan aku bisa ke India :( bikin ngiler banget.

    ReplyDelete
  20. Ngiler ._____."

    klo aku bakal menghindari tempat kayak gini, masochist namanya klo gak ada uang tapi ke surga buku =A=

    Dan aku baru tahu India itu bukunya murah-murah *catet*

    ReplyDelete
  21. nggak mau belanja di tempat banyak copet, parno.
    tapi seru abis jelajah delhi ya demi buku ^^

    ReplyDelete