Monday, June 03, 2013

Harry Potter & Order of Phoenix

Data Buku :
Judul: Harry Potter and the Order of Phoenix
Penulis : JK Rowling
Penerbit : Bloomsburry Publishing LPC
Paperback, 766 pages
Published : November 1st 2010Rating : 2 out of 5 stars
Tak diragukan lagi tahun kelima Harry Potter bersekolah di Hogwarts merupakan tahun yang sangat penting. Kini ia berusia lima belas tahun, dan sebagai remaja ia mengalami gejolak masa muda yang mengubah beberapa sifat dasarnya. Ia akan menjalani ujian OWL yang menegangkan, yang menentukan akan jadi apa dirinya setelah lulus. Ia sering sekali bertengkar dengan Cho, sehingga bukan tidak mungkin hubungan mereka putus. Dan ketika ia berkelahi dengan Draco Malfoy, peranannya sebagai Seeker tim Quidditch Gryffindor terancam. Semua ini membuat Harry begitu nelangsa, sehingga untuk pertama kalinya ia ingin sekali meninggalkan Hogwarts. Di tengah semua kegalauan itu, Lord Voldemort dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa terus-menerus menghantui Harry. Tanpa henti Pangeran Kegelapan menyiksanya melalui bekas lukanya, dan akhirnya memaksa Harry bertarung mati-matian melawan para Pelahap Maut. Dan puncaknya adalah ia harus menyaksikan kematian seseorang yang amat dicintainya...

Okeh...berhubung saya lagi kena reviewer's block (gaya bener, wi!), jadi singkat aja reviewnya.

Dari semua buku Harry Potter, buku ke-5 ini adalah least favorite buat saya. Doh...766 halaman dan hampir gak ada ceritanya. Inti buku ini tuh cuma mau menceritakan usaha Dumbledore yang menghidupkan kembali Orde of Phoneix (pasukan penentang Voldemort di masa lalu) demi melindungi Harry dan sebuah ramalan yang berkaitan dengan Harry & Voldemort. Udah...gitu aja intinya.

Tapi pembaca dibawa muter-muter gak karuan dengan segala konflik baru yang muncul di Hogwarts (yang mana gak berkaitan dengan konflik utama). Asli deehh...inti cerita ini tuh cuma ada di bab awal (sampe ke adegan perkenalan dengan Orde of Phoenix) terus bagian terakhir waktu mereka bertarung di kementrian. Sisanya? Gak lebih dari filler. Hih!

Di buku ini juga ada tokoh paling nyebelin yaitu Dolores Umbridge. You know apa yang paling nyebelin dari Umbridge selain kekejaman, kepo dan tukang ikut campurnya? Yang paling nyebelin adalah karena tokoh Umbridge gak punya signifikansi apapun dengan jalan cerita. Dia beneran diciptakan untuk memancing emosi dan sebagai filler aja. Tapi credit harus diberikan kepada Imelda Stanton yang sukses memerankan Umbridge. Deskripsi Umbridge tuh seperti ini :
"Dolores Umbridge is described to be a short, squat woman resembling a large pale toad. She had a broad, flabby face, a wide, slack mouth, and little neck. Her eyes were bulging and pouchy eyes, and in her mousy brown hair she often wore a black velvet bow, which reminded Harry of a fly perched dangerously above a toad" (source)

Coba liat Dolores Umbridge versi film. Emang mirip kodok ya....*ini pujian lho*


Tapi cuma soal pemilihan cast ajalah yang bisa dipuji dari film Harry Potter 5. Karena film HP 5 adalah film yang paling melenceng dan paling banyak dipangkas dari buku. Contohnya nih, adegan Mr. Weasley masuk RS karena diserang sewaktu menjalankan tugas Orde dihilangkan dengan sempurna dari film. Belum lagi (mungkin karena ceritanya yang kepanjangan) menonton film HP 5 tuh rasanya seperti menonton potongan-potongan adegan.
Ebentar....kok saya jadi melantur ke film sih? Sorry yaa...Can't help it.

Trus...trus...balik ke soal ramalan yang di-protect mati-matian sama Orde of Phoenix, saya kirain itu ramalan penting banget yang bisa mengguncang dunia kalo ampe bocor. Ealah....cuma gitu aja ramalannya? Gak ada pentingnya sama sekali dalam perkembangan cerita ke depan. Dan tidak juga menjelaskan beberapa misteri yang masih "gelap" bagi pembaca. Beneran deh, saya curiga Rowling kena writer's block waktu nulis buku ini dan gak tau ceritanya mo dibawa ke mana. Jadi aja 1 buku ini isinya filler semua. Coba deh buku 5 diilangin dari seri ini, gak akan ngaruh banyak.

Udah kayaknya cuma segitu aja yang mau saya komplen dari buku 5 ini (sebenernya sih karena gak tau mo nulis apa lagi).
Mengenai karakter Harry yang meledak-ledak di buku ini dan jadi keluhan banyak pembaca lain, buat saya sih gak masalah. Ngerti kok, umur segitu apalagi dalam kondisi Harry, emang masih umurnya gampang emosian. Apalagi Harry merasa dia yang paling tahu tentang Voldemort, paling berkepentingan pula secara dia jadi incaran utama Voldemort, wajar dong kalo dia harus dapat info paling up to date tentang Mbah Voldie. Toh...karena emosional dan gak sabarannya ini, Harry harus membayar mahal dengan kehilangan sosok yang dianggapnya sebagai ayah.


4 comments :

  1. haloo mbak salam kenal :)
    iseng2 aku cari review seri hathaway nya LK trus nemu ini blog .
    kenalin aku Ayu ,
    seri ini yg si Harry pacaran ama Cho bukan ? lupa2 ingat sih , dulu jaman Smp-Sma soalnya addict bgt ama ini film .
    btw knp kasih bintng 2 mbak'e ? kurang greget ya isi di buku ama film ?
    Oia boleh minta ebook nya yg the rock savors me *kalo gak slh judul* :D
    ke ayu_rrani@yahoo.com , pengen baca lanjutanya walopun yg pertama belum kelar baca .
    Makasih loh mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buatku sih 2 bintang itu artinya "it's just okay". Dan emang buku ini cuma oke aja. Gak bisa bikin aku ampe suka.

      Yep...ini yg pas Harry pacaran sama cho.

      Btw ebooknya udah dikirim yaa

      Delete
  2. Ahhh jadi pengen baca ulang semua buku Harry Potter, tapi rasanya berat banget kalo perlu ngulang lagi masa-masa **spoiler** si Sirius en Snape mati
    huhuhuuuuu....

    ReplyDelete