Monday, January 26, 2015

Rules


Judul Buku : Rules
Penulis : Cynthia Lord
Penerbit : Scholastic Inc
Tahun Terbit : 2006
Bahasa : Inggris
ISBN : 9780439443838
Rating : 3.5 out of 5 stars
"When you want to get out of answering something, distract the questioner with another question"(Rules for David)
Gadis dua belas tahun Catherine cuma pengen ngerasain punya keluarga yang 'normal'. Tapi itu hal yang sulit kalo punya adik yang autisme seperti David. Jadinya kehidupan keluarga Catherine berfokus pada David dan kebutuhannya. Kedua orang tuanya sibuk bekerja karena biaya terapi David jelas gak murah. Otomatis, Catherine-lah yang paling sering kena tugas menjaga David.

Catherine sendiri merasa dilematis. Di satu sisi, dia sayang sama David dan selalu marah kalo ada yang meledek adiknya. Di sisi lain, dia sendiri malu terlihat bersama David. Dia malu ikut jadi objek tatapan banyak orang kalo David mulai bertingkah aneh di tempat publik. Untuk membuat David bisa tampak 'normal', Catherine membuatkan sejumlah aturan untuknya.

Libur musim panas adalah sesuatu yang menyebalkan bagi Catherine. Karena itu berarti dia stuck menjaga David hampir seharian. Apalagi karena setiap musim panas, sahabatnya Melissa pergi menengok ayahnya di California. Bikin Catherine jadi sendirian.
"Sometimes people don't answer because they didn't hear you. Other times it's because they don't want to hear you."(Rules for David)
Tapi musim panas kali ini berbeda.
Catherine punya tetangga baru, seorang gadis sebaya bernama Kristi. Dan dia girang banget, secara akhirnya dia bakal punya teman selama liburan. Menurut Catherine, Kristi tipe cewek normal yang keren. Makanya Catherine juga pengen tampoak normal, biar Kristi mau temenan sama dia.

Tapi bukan cuma Kristi yang jadi teman baru Catherine di musim panas ini.
Lewat perkenalan yang gak biasa, Catherine berteman dengan Jason, seorang anak hemiplegi dan tuna wicara di tempat latihan okupasi David. Jason gak bisa bicara, tapi dia punya buku yang berisi kata-kata. Jadi kalo Jason mau ngobrol, dia nunjuk kata per kata. Catherine yang jago gambar dan punya banyak koleksi kata bisa cocok berteman dengan Jason.

Catherine merasa nyaman berteman dengan Jason. Masalahnya, bertemena dengan Jason dan punya adik yang autis seperti David gak masuk dalam kategori normal. Jadi Catherine pun berusaha menyembunyikan Jason dari Kristi dan membuat setumpuk aturan baru untuk David biar dia jadi normal.

Tapi sebenarnya normal itu apa sih? Siapa yang mendefinisikan normal sebenarnya? Dan apakah setiap orang punya standar normal yang sama? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dicari jawabannya oleh Catherine.
"Sometimes people laugh when they like you. But sometimes they laugh to hurt you."
(Rules for David)
Sejujurnya, karakter Catherine bisa banget dianggap ngeselin. Abis dia kayak berusaha keras banget untuk normal. Serasa pengen bilang santai-aja-dek ke dia.
Tapi di sisi lain, hey...ini anak 12 tahun yang dalam fase butuh merasa diterima lingkungan. Lagipula...emang saya pernah ada di posisi Catherine?

Nah di sinilah kekuatan Rules : cara bertuturnya yang nyata banget hingga membuat saya mengerti posisi Catherine. Perilaku autistik David dan penuturan Catherine tentang gimana dia merasa kedua orang tuanya lebih mengistimewakan David juga bisa dipahami. Bikin saya percaya kalo hal seperti itu mungkin dirasakan oleh para kakak/adik dari ABK (anak berkebutuhan khusus). Dan jadi ngerti kenapa dia pengen banget ngerasain jadi gadis 'normal'.

Saya juga suka dengan berbagai aturan yang dibikin Catherine. Beberapa aturan sederhana yang selayaknya diketahui anak seumur David seperti : "Chew with your mouth closed" atau "If someone says 'hi', you say 'hi' back" dan (yang jadi inspirasi cover buku) "No toys in the fish tank."
Sisanya aturan yang lebih dalam maknanya seperti beberapa yang saya kutip sedari tadi. Dan aturan-aturan ini bikin saya salut sama Catherine. Melalui serangkaian aturan ini, bisa kerasa gimana sayangnya Catherine ke David.

Satu lagi yang saya sukai : hubungan persahabatan Catherine dan Jason.
Walaupun punya kekurangan fisik, Jason bukan tipe pemurung dan pahit pada dunia. Jason tetap anak yang optimis, periang dan cuek. Makanya Jason cocok banget dipasangkan dengan Catherine yang sensitif. Seandainya ini novel Young Adult dan bukannya middle grade, saya yakin hubungan Catherine dan Jason bakal dikembangkan lebih jauh #soktahunyakumat.

Yang nyebelin di novel ini justru orang tuanya Catherine. Geregetan banget membaca gimana kedua orang tuanya sering lupa kalo Catherine hanyalah anak 12 tahun yang butuh bergaul dengan teman sebayanya, punya dunia sendiri dan kadang-kadang pengen "dianggap" sebagai anak juga. Bukan cuma sebagai kakaknya David.
"Some people think they know who you are, when really they don't."(Rules For David)
Tapi alasan utama yang membuat saya hanya memberi buku ini 3,5 bintang karena saya ngerasa buku ini 'gantung'.
Susah menjelaskan maksud saya tanpa spoiler.
Ehm...gini deh, seluruh isi buku ini berfokus di usaha Catherine untuk tampak normal di mata Kristi termasuk dengan menyembunyikan Jason.
Apa yang terjadi ketika Kristi tahu kenyataannya?
Hal itu disinggung di buku ini, tapi dibahas kurang mendalam. Makanya saya ngerasa nanggung. Coba ditambah 1-2 bab lagi gitu. Kayaknya bakal lebih nendang.

Tapi secara umum, Rules adalah bacaan yang menyenangkan. Mengharukan tanpa jadi menye, cukup dalam tapi toh gak bikin kening berkerut. Dan mengingatkan kita bahwa semua anak selayaknya diperhatikan dengan porsi sama, bahkan walau dibandingkan anak berkebutuhan khusus sekali pun.
What a warm read and nice debut, Ms. Lord.
Makasih untuk Santa saya yang sudah menghadiahkan buku ini ;)




3 comments :

  1. keren nihhhh, pengen baca, seringnya disuguhkan dari sudut pandang orang tua, ini sodaranya! huhuhu semoga ada yg ngilirik diterjemahin

    ReplyDelete
  2. Btw, kangen nih baca reviewmu, Wi :p

    ReplyDelete
  3. Aku juga kangen mereview, lis :')

    ReplyDelete