Thursday, January 19, 2012

24, Senarai Kisah dari Kampung Fiksi

Judul :  24, Senarai Kisah dari Kampung Fiksi
Penulis : Deasy Maria, Endah Raharjo,(G) Gratcia Siahaya, Indah Widianto, Meliana Indie, Ria Tumimomor, Sari Novita,Winda Krisnadefa
Published : May 2011 
Penerbit : Kampung Fiksi
ISBN : 9786029922


Saya suka membeli buku kumpulan cerita, tapi paling males bacanya. Soalnya cerita yang pendek-pendek gitu selalu bikin saya cepat bosan. Waktu BBI berencana posting review kumcer, saya langsung mendaftarkan diri. Lumayan juga sebagai cara untuk mengurangi tumpukan kumcer.

24 ini merupakan kumcer terbitan Kampung Fiksi, sebuah komunitas kepenulisan di dunia maya. Sesuai judulnya, 24 berisi 24 cerpen buah karya 8 penari kata. Bukunya dibagi menjadi 5 segmen : Pagi, Siang, Senja, Malam dan Tengah Malam.

Jujur aja, saya gak ngerti maksud dari pemisahan segmen ini, juga alasan masing-masing cerpen dimasukkan ke segmen tertentu. Mungkin dibagi berdasarkam kisah yang seringan pagi, seterang siang, selembut Senja, semisterius Malam dan semencekam Tengah Malam. Yah...mungkin saja begitu.

Yang pasti, kedelapan penulis mengedepankan sisi psikologi dari tiap ceritanya. Mengajak berpikir, menerka, berimajinasi, mengerutkan kening, menjelajah alam imajinasi, dan bahkan akan mengundang bulu kuduk berdiri.

Saya suka paradox di buku ini. Dari cerita seringan "Cupcake Cinta", kita diajak menelusuri kemisteriusan persahabatan di "Friends Forever". Lalu dari kisah khayal semacam "Bertualang Dalam Lamunan", kita dibawa mendalami realitas hidup gadis desa dalam "Sri Dan Merapi". Dan keengganan seorang gadis untuk menikah walau telah lama berpacaran dalam "Bagai Shabu Shabu" dan keengganan seorang istri untuk diceraikan dalam "Bibir".

Favorit saya adalah "Friends Forever" karya Ria Tumimomor, "Tujuh Korban Rambutku" karya Winda Krisnadefa, dan "Akhir Sebuah Perjalanan" karya Deasy Maria.
Sedikit sinopsis dari 3 kisah di atas :
- Friends Forever : "Aku sudah lama kesepian di rumah ini. Sampai Ronny pindah ke rumah seberang dan bersedia jadi teman mainku. Horee...sekarang kami bisa bermain bersama, naik ayunan dan tertawa bersama walaupun bibi di rumah sebelah selalu melotot pada kami. Tapi...bagaimana kalau orangtua Ronny mengajaknya pindah rumah lagi? Apa yang harus kulakukan? Aku tak mau sendiri."
_ Tujuh Korban Rambutku : "Rambutku memang keren. Aku sangat bangga karenanya. Kalau aku harus memilih kamu atau rambutku, aku pasti memilih rambutku. Bahkan pacarku pun kalah penting. Sekarang, dimana bisa kutemukan seorang pacar yang bisa mengerti aku dan rambutku?"
_ Akhir Sebuah Perjalanan : "Nasibku memang pilu. Dimulai di sebuah gedung besar, dikirimkan ke seorang bapak perlente. Aku sudah bahagia dengannya, namun setelah puas dia menikmatiku, dibiarkannya aku terlunta di jalan. Lalu kemana aku harus melabuhkan nasib? Ke salah satu orang yang ramai lalu lalang inikah? Namun mereka mengacuhkan aku. Atau ke gelandangan tua ini yang tampak sangat bersyukur mendapatkanku?"

Kekurangan buku ini pada typo serta font yang kecil, membuat mata saya cepat lelah kala membacanya >.<  . Lalu covernya yang kurang bikin penasaran. Maklumlah, saya kan juga menilai buku dari covernya. (Iya... I'm that shallow).
But overall, 2,5 bintang untuk kumcer ini.

6 comments :

  1. penasaran sama yg 7 Korban Rambutku deh =D

    ReplyDelete
  2. Haha,sepakat sama astrid, penasaran sama yang 7 korban rambutku.

    ReplyDelete
  3. Kok jarang lihat buku ini ya? sastra berat ya?

    ReplyDelete
  4. belum pernah baca dan penasaran sama 7 korban rambutku :))

    ReplyDelete
  5. @maya floria yasmin : Aku malah ndak ngerti sama covernya >.<

    @astrid, annisaanggiana, peri_hutan : hahaha....cerita itu emang yg menarik sih

    @dion yulianto: Bukan sastra berat sih. Tp krn nerbitinnya secara indie, jadi emang gak masuk di toko buku

    ReplyDelete