Saturday, January 12, 2013

The Unwanted Wife

Data Buku 
Judul : The Unwanted Wife
Penulis : Natasha Anders
Tahun Terbit : September 2012
Bahasa : Inggris
Format : ebook

Kisah bermula di ranjang ketika sepasang suami istri (Sandro dan Theresa) baru selesai bercinta. Si Sandro ini punya kebiasaan mengucapkan "Give me a son, Theresa" setiap kali mereka selesai berhubungan.
Sounds romantic? Sama sekali enggak.
Menurut Theresa, Sandro menganggapnya hanya sebagai mesin pencetak anak dan dia sudah muak. Jadi dia meminta cerai kepada Sandro.

Sandro memang memperlakukan Theresa dengan dingin. Semuanya karena dia dendam pada ayah Theresa. Pernikahannya dengan Theresa terjadi karena sebuah perjanjian bisnis. Ayah Sandro yang sekarat sangat menginginkan sebuah kebun anggur yang dimiliki ayah Theresa. Dan berapa banyak pun Sandro bersedia membayar, ayah Theresa tidak mau melepasnya. Syarat dari ayah Theresa hanya satu : Sandro menikahi Theresa dan memberi seorang putra kepada Theresa. Setelah putra itu lahir, Sandro bebas menceraikan Theresa.
Karena itu, sejak awal menikah fokus Sandro hanyalah sesegera mungkin mendapatkan seorang putra. Dia acuh pada Theresa karena dia berpikir Theresa ikut dalam rencana licik ayahnya.

Belakangan Sandro baru sadar 2 hal :
1. Theresa gak tahu apa-apa tentang perjanjian yang dipaksakan ayahnya
2. Sandro sebenarnya mencintai istrinya
Sayang kesadaran itu datang terlambat karena sekarang Theresa berkeras ingin bercerai dengannya.

Awalnya Sandro masih bisa tenang. Dia tahu perceraian itu gak akan terjadi selama mereka belum punya anak. Hingga Theresa mengabarkan bahwa dia sedang hamil. And suddenly, Sandro knows the feeling of having a ticking time bomb. He has to do eveything to win her back while praying that it's not too late.
“And then when you told me you were pregnant, suddenly it felt like there was a ticking time bomb in the house. I didn’t have all the time in the world to make you love me again; I had only a few short months." -Alessandro-
Saya lagi mood membaca sesuatu yang angsty dan heart broken waktu teman saya merekomendasikan buku ini. Sekali lihat sinopsisnya dan tahu ini Harlequin, saya langsung males bacanya. Saya pikir buku ini gak beda jauh dengan Harlequin lainnya yang dramatis, menye tapi konfliknya cetek. In short, I thought it was a light and fluffy read.
(Hey don't get me wrong. I do love Harlequin. I just wasn't in the mood).
 Dan ternyata saya salah sekaligus bener.
Iya, emang bener buku ini dramatis, menye, tapi sama sekali gak fluffy. Dan gak terlalu ringan pula.
Konfliknya juga ada di perbatasan antara cetek dan enggak #halah.

Maksudnya, yaaa emang sih bisa dianggap cetek karena konflik tuh "cuma" seputar usaha sang suami untuk merebut kembali hati sang istri. Gak ada urusan rebutan warisan apalagi ampe rebutan nyawa dan tahta #SituKiraSinetron?
Tapi sejak kapan sih urusan hati dan perasaan bisa dianggap remeh apalagi cetek? #WhyDoISoundSoContradictive?
Si Bella Swan itu emang keliatan cemen banget waktu nangis ngeringkel kehilangan Edward di New Moon (kenapa jadi nyinggung ini sih?), tapi patah hati adalah suatu hal serius yang harus diperhatikan. Pernah dengar suatu penyakit jantung yang disebut Broken Heart Syndrome kan? Kalo belum, googling deh. Nanti tahu kalo patah hati tuh bisa fatal akibatnya. Dan karenanya kita gak boleh ngeremehin siapa pun yang patah hati. Dan juga karenanya, saya bisa maklum kalo ada orang yang berbuat apa saja demi mencegah hatinya hancur (sebenarnya saya gak setuju sama istilah patah hati itu. Secara teknis, hati gak bisa patah, bisanya hancur #ApaSihWi). Termasuk juga Sandro di buku ini. Sah-sah aja kalo dia mau menghabiskan 216 halaman untuk mendapatkan kembali cinta istrinya. Daripada dia kena Broken Heart Syndrome nantinya. #DoISoundLebay?
Therefore I can't say that the conflict is light  though I can't say it's a heavy one too.

Lalu kenapa rating saya mentok di tiga setengah bintang?

Setengah bintang saya potong karena geregetan sama karakter ceweknya. Yaaa ngerti sih kalo dia sakit hati dan trauma sama kelakuan suaminya. Jadi ketika sang suami bersikap baik dan berusaha memperbaiki kesalahannya, she always second-guesses his actions. But isn't she too much? Awalnya saya suka sama Theresa. Di awal dia berani nentang suami dan bapaknya setelah selama ini ditindas. Wow...a kickass heroine who knows what she wants. Kewl!
Sayang belakangan karakter dia jadi setipe dengan Harlequin sejenis yang plin plan dan bawaannya curigaaaa mulu. Rasa curiga yang bersumber dari rasa tidak-percaya-dirinya. Pfftt...I have enough of this type of character.

Setengah bintang lagi saya potong karena di bagian pertengahan terasa draggy ceritanya. Konfliknya berasa dipanjang-panjangin. Si Theresa kelamaan gantungin perasaan Sandro. Okeh...9 bulan untuk Theresa gantungin Sandro emang belum selama usia pernikahan mereka di mana Sandro PHP-in Theresa, tapi kan setting buku ini gak mulai dari awal pernikahan mereka. Jadi saya gak tahu gimana suasananya dulu dan sulit bersimpati dengan kelakuan Theresa sekarang.

Setengah bintang lagi dipotong deskripsinya yang diulang-ulang mulu. Entah berapa kali saya baca kalo Sandro itu tall, dark, brooding dan Theresa itu red hair, green eyes, bla bla bla.Geezz...we got it already. No need to keep telling us about it.
“Why should I forgive you and love you again? Why should I open up my heart to a man who would probably crush it in the palms of his hands?”
“You probably shouldn’t,” he smiled bitterly. “But I wish you would.”
“I can’t.” 
Reading one more that kind of conversation, make me wanna shout : "Stop this drama, will you?"

Tapi saya harus memberi point yang tinggi pada Sandro. Dia contoh yang cocok untuk karakter a redeemable hero
Ngebaca buku ini di awal, kesan yang ditangkap dari Sandro adalah he's a jerk, an ass. Tapi dia berkembang jadi karakter yang oh-make-my-heart-melt. Penulis jarang mengambil cerita dari sudut pandang Sandro, tapi toh pembaca bisa dapat kesan kalo Sandro beneran serius menyesal dan niat berubah. Satu kalimat ini sudah cukup menggambarkan perubahan karakter Sandro.
"I started praying for a girl because I knew a girl would buy me more time. A girl would keep you with me longer; it would also prove to you, once and for al that your father’s ridiculous contract meant nothing to me anymore. That I wanted our marriage to last forever - Alesandro-
Another point just because this is an angsty read, just like what I'm looking for. Yaa...emang sih gak segitu tear-jerker dan heart-wrenching seperti yang saya mau, gak bisa juga bikin saya sedepresi waktu baca The Fault In Our Stars . Tapi sebagai pembuka, lumayan lah buku ini.

It's a good debut novel, Ms. Natasha Anders. Keep it coming.


PS : Review pertama untuk 2013 Books In English Reading Challenge. Yeaayy

14 comments :

  1. Sebut saja pengalaman bacaku sangat minim, tapi anehnya, hampir semua tokoh cewek utama di setiap novel Harlequin yang aku baca selalu berambut merah dan bermata hijau.
    Mungkinkah itu sebenarnya pencerminan dari pengarangnya sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm...sepertinya kita membaca buku yg berbeda, Vic. kebanyakan yg gw temuin malah rambut pirang mata hijau

      Delete
  2. Konfliknya juga ada di perbatasan antara cetek dan enggak #halah.
    *gubrak..
    mba kok ga jelas =))

    Mbak ini ebook bukan? Kalo iya daku mau minta *tsah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan reviewku pernah jelas ya, ky? #eh X)

      Delete
  3. Aku lebih nunggu teen harlequin #halahlebihparah... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kok, mbak. Tuh novel2nya Kirsty Moseley

      Delete
  4. Pengin bacaaaa. Boleh minta e-booknya ga mbak? Hehehe. :p
    *senyum manis*

    ReplyDelete
  5. kayany bagus ceritanya..mba yang baik hati..boleh minta e-booknya ga??
    *sambil kedip2 mata* hehehhehehe..:)

    kalo nda ngerepotin..sekalian ma "waktu aku sama mika" mb..abisnya susah nyarinya..hehehhehe

    mie_purwanto@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah dikirimin yaa. Buat yg Waktu Aku Sama Mika, aku nggak punya ebooknya

      Delete
  6. jadi penasaran boleh minta ebooknya ga??
    boleh yah mba yang baik
    tolong kirim ke uli.niceover@gmail.com

    ReplyDelete
  7. mba,, boleh minta e-booknya gk? email ku : nuridamz@gmail.com

    ReplyDelete
  8. Minta e-booknya ya....email: idaayusuryawisnawi@gmail.com....thanks

    ReplyDelete
  9. Minta e-booknya ya....email: idaayusuryawisnawi@gmail.com....thanks

    ReplyDelete